Rabu, 10 Oktober 2018

Properti Pengotrol Layer

Di sebelah kanan daftar layer, ada beberapa kotak cek. Arti dari setiap kotak cek tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 5.1. Macam-macam propeti layer.
No
Kotak Cek
Penjelasan
1
 Visible
Default-nya setiap layer ditampilkan. Untuk membuat layer tidak tampil di layar hilangkan tanda rumput pada kotak cek tersebut. Cosmetic layer selalu visible.
2
 Editable
Default-nya setiap layer tidak dapat diedit (not editable). Ini berarti anda tidak dapat mengadakan perubahan terhadap layer tersebut, seperti mengubah bentuk, menghapus maupun menambahkan objek dalam layer. Agar objek pada layer dapat dimodifikasi, aktifkan kotak cek editable. Dalam waktu yang bersamaan, hanya ada satu layer yang dapat diedit (editable).
3
 Selectable
Default-nya setiap layer selectable (dapat dipilih), yang artinya kita dapat menandai komponen layer tersebut untuk proses lebih lanjut. Penjelasan lebih detail tentang pemilihan data akan dibahas pada bab Memilih Data.
4
 Label
Bila kotak cek ini diaktifkan maka peta akan diisi label secara automatis. Bab Melabeli Peta akan membahas lebih detail tentang label peta.
Selain menggunakan kotak cek editable, perubahan properti layer menjadi editabledapat pula dilakukan melalui baris status asalkan ada window peta yang aktif. Klik pada baris status dengan tulisan Editing: none untuk menampilkan daftar layer yang ada, kemudian pilih layer yang akan diaktifkan. Perhatian gambar di bawah ini.
Gambar 5.10. Edit layer melalui baris status.
Sekali lagi fasilitas ini tersedia bila yang aktif adalah window peta.

Susunan Layer pada Pengontrol Control

Layer kosmetik (Cosmetic Layer) selalu ada pada setiap layer control dan selalu ditampilkan pada urutan paling atas. Layer kosmetik akan dibahas lebih detail pada subbab berikutnya di bab ini. Selanjutnya kita akan bahas layer-layer yang lain.
Bila anda membuka (Open) beberapa tabel sekaligus, dan menggunakan Preferred View Automatic atau anda menambahkan layer dengan Add dari kotak dialog Layer Control, MI Pro akan menyusun layer tersebut dengan urutan yang logis dengan melihat tipe objek dari layer tersebut. Dengan demikian, tidak ada objek yang saling menutupi sehingga tampilan peta secara keseluruhan akan nampak bagus.
Layer yang mengandung teks akan ditempatkan paling atas setelah cosmetic layer, kemudian diikuti dengan titik, garis, dan terakhir layer poligon (area). Bila diperhatikan kotak dialog layer control pada gambar di atas, nampak bahwa Kota_Bali (layer titik) ditempatkan paling atas seletah layer kosmetik, dikuti dengan layer Jalan_Bali (layer garis), dan Bali (layer poligon).
Pada susunan layer seperti di atas, bila kita menambahkan satu layer poligon lagi misalnya peta penggunaan lahan, dimana layer tersebut akan ditempatkan oleh MI Pro? Bila anda menebak di atas layer poligon Bali, anda benar. Jadi MI Pro akan menempatkan pada posisi paling atas pada layer sejenis.
Bila pada suatu saat anda tidak menginginkan susunan layer seperti yang diatur oleh MI Pro, anda dapat mengubah susunan tersebut dengan menggunakan Reorder Updan Down pada kotak dialog layer control.

Konsep Pengontrol Layer MapInfo

Kapan suatu layer dapat ditampilkan di layar monitor (visible), dapat dipilih (Selectable), diedit (editable), atau diberikan label automatis? Anda tidak dapat memilih bagain peta apabila Layer tidak dalam keadaan Selectable. Andapun tidak bisa melakukan suatu perubahan pada peta (menambah, mengedit, atau menghapus objek) bila layer tidak Editable. Nah, untuk mengatur keberadaan layer tersebut, kita harus menggunakan kotak dialog Layer Control. Dari menu Map, pilih Layer Controlatau klik toolbar Layer control atau tekan Ctrl+L dari keyboard. Kotak dialog berikut akan muncul.


Gambar 5.9. Kotak dialog Layer Control.

Perlu diingat bahwa menu atau toolbar Layer Control tidak akan aktif bila tidak ada satupun layer yang tampil di layar, walaupun layer telah aktif di memori.
Banyak hal yang dapat kita lakukan dengan Layer Control ini.

Memotong Peta di MapInfo

Dengan clipping, anda dapat menampilkan bagian peta secara terpisah dengan peta induknya. Misalnya kita ingin menampilkan satu kabupaten saja dari peta satu propinsi. Prosedur clipping peta adalah pilih (tandai) bagian peta yang akan di-clip, klik menu Set Clip Region dari menu Map. Bagian peta yang di-clip akan nampak seperti pada gambar berikut.

 
a. Peta asli b. Peta hasil clipping
Gambar 5.6. Contoh clipping peta.

Bila anda ingin menampilkan peta induknya kembali, gunakan menu Map - Clip Region Off. Sekali anda menentukan daerah clipping, MI Pro mencatat daerah tersebut. Anda dapat men-switch tampilan antara daerah yang di-clip dengan peta indukknya dengan menggunakan menu Clip Region On dan Clip Region Off dari menu Map. Seandainya anda ingin mengubah bagian peta yang di-clip, Gunakan menu Set Clip Region dari menu Map kembali. Bila muncul konfirmasi untuk menumpuk daerah clipping yang telah dibuat sebelumnya seperti pada gambar di bawah ini, klik Replace.

Gambar 5.7. Kotak dialog konfirmasi penumpukan file saat clipping peta.

Perlu dicatat bahwa clipping peta hanya dapat dilakukan pada satu objek (record). Bila anda memilih beberapa objek atau record data, menu Set Clip Region tidak akan aktif.clipping peta juga hanya dapat dilakukan pada jenis data area (region), sementara jenis data yang lain seperti titik dan garis secara individual tidak dapat anda clip. Bila anda mencoba memilih data selain area dan melakukan clipping pada objek tersebut, MI Pro akan memberikan pesan sebagai berikut.
Gambar 5.8. Pesan yang muncul saat clipping data selain area.
Anda dapat menyimpan bagian peta yang di-clip pada Workspace. Bila anda ingin menyimpan bagian peta ke dalam file tabel yang terpisah dari induknya, jangan menggunakan Save Workspace, melainkan Save Copy As. Pembahasan lebih detail tentang meng-copy bagain peta akan uraikan pada Bab Mengelola Tabel.

$100 / Day



PLAY    |    DOWNLOAD



Click Images

Selasa, 02 Oktober 2018

Membuat Duplikasi Window Peta

Bila kita membuat duplikat window peta berarti kita menampilkan peta yang sama pada window yang berbeda. Ini perlu dilakukan misalnya saat kita membuat Inset peta. Satu peta kita buat besar untuk peta utama, sementara yang lain dibuat kecil untuk Inset. Anda dapat menggunakan salah satu dari tiga cara yang ada untuk membuat duplikat window peta, dengan syarat peta yang dibuat duplikatnya harus ditampilkan pada window peta. Cara-cara tersebut adalah :
1. Menggunakan menu Map - Clone View.
2. Pilih toolbar Drag Map Window () pada kelompok toolbar Main, kemudian klik pada window peta yang akan diduplikasi dan drag ke tempat yang lain.
3. Aktifkan Map Window yang akan digandakan, pilih menu Edit - Copy Map Window atau tekan tombol 'Ctrl+C' dari keyboard. Setelah window peta tersimpan pada clipboard, klik Menu Edit - Paste Map Window.
Bila anda berhasil window peta akan nampak seperti pada gambar di bawah ini.


Gambar 5.5. Contoh Duplikat Peta.
Sekarang anda tinggal mengatur zooming-nya untuk keperluan lebih lanjut.

Konsep Layer pada MapInfo

Pada saat kita belajar menampilkan data, kita hanya menggunakan satu tabel, satu informasi atau satu layer saja. Tetapi seperti telah disampaikan pada sesi sebelumnya bahwa satu kesatuan peta digital merupakan koleksi dari beberapa layer. Bayangkan saja bahwa setiap layer merupakan satu transparansi yang mengandung satu bagian informasi peta, sedangkan satu peta digital merupakan tumpukan dari beberapa tranparansi, perhatikan gambar di bawah ini.
Gambar 5.1. Peta digital disusun dari beberapa layer.
Untuk memperjelas pemahaman kita tentang konsep layer pada pemetaan digital, kita akan menggunakan contoh data 'Bali' , 'Jalan_Bali', dan 'Kota_Bali' yang disimpan pada folder 'MapInfo\Data\Tab' untuk praktek. 'Bali' adalah wilayah Propinsi Bali dengan batas administrasi kabupaten, 'Jalan_Bali' adalah jalan utama di propinsi tersebut, dan 'Kota_Bali' adalah ibukota kabupaten.
Klik menu File - Open atau toolbar Open untuk membuka ketiga file tersebut. Untuk membuka ketiga file sekaligus dalam satu kotak dialog open, klik file pertama, kemudian sambil menekan tombol 'Ctrl' pada keyboard, klik dua file yang lainnya. Kotak dialog tersebut akan nampak seperti pada gambar berikut.


Gambar 5.2. Kotak dialog Open.
Klik Open untuk membuka ketiga tabel tersebut. Bila tidak seluruh bagian peta tampil di window peta, Klik tombol mouse di kanan pada window peta tersebut lalu pilih View Entire Layer. Atau Klik menu Map - View Entire Layer, pilih All Layers pada saat muncul kotak dialog View Entire Layer. Tampilan peta akan nampak sebagai berikut.


Gambar 5.3. Tampilan layer Bali, Jalan_Bali, dan Kota_bali.
Bila suatu saat anda mengklik tanda silang (Close) pada pokok kanan atas window peta, sehingga peta tidak tampil lagi di layar, anda dapat memunculkannya kembali dengan beberapa cara. Yang jelas layer tersebut masih aktif di memori dan anda tidak perlu mengaktifkan lagi melalui menu File - Open. Cara yang dapat digunakan adalah :
1.    Pilih menu Window - New Map Window. Bila ada lebih dari satu layer yang aktif, akan muncul kotak dialog berikut.
Gambar 5.4. Kotak dialog New Map Window.
Isikan Layer yang akan ditampilkan pada Map Tables. Agar layer yang satu tidak menutupi yang lainnya, gunakan urutan Layer titik, garis, dan area, sehingga urutannya menjadi 'Kota_Bali', 'Jalan_Bali', dan 'Bali'. Klik OK.
2.    Bila hanya salah satu layer yang muncul, untuk menampilkan layer yang lain, gunakan Layer Control dari menu Map. Atau klik toolbar Layer Control () pada kelompok toolbar Main. Anda juga dapat menekan 'Ctrl+L' melaui keyboard. Bila kotak dialog Layer Control muncul, pilih Add. Penjelasan lebih detail tentang Layer Control akan dibahas di bagian lain bab ini.

Mengubah Model Tampilan Layer

Untuk mengubah model tampilan layer seperti warna,  patern , model garis atau macam simbul, ikuti urutan kerja berikut. 1.      Dari daft...