Rabu, 26 September 2018

Menggunakan Perintah MapInfo

Pada dasarnya perintah atau modul MI Pro dapat diakses melalui 5 cara, yaitu baris menu, toolbar, shortcut menu, shorcut key, dan melalui map basic window. Misalnya untuk mengaktifkan kotak dialog Layer Control dapat dilakukan dengan salah satu cara berikut ini.
- Aktifkan window peta, pilih menu MapLayer Control seperti pada gambar di bawah ini.

뿷苪bbᡭ뿷ൿ苊
Gambar 2.6. Modul MI Pro diakses dari menu

- Klik toolbar Layer Control (뿷苪bbᡭ뿷ൿ苊) pada kelompok main toolbar.
- Arahkan pointer mouse pada window peta, kemudian klik tombol mouse di sebelah kanan (right klik). Shortcut menu akan tampil seperti pada gambar berikut, pilih Layer Control.

뿷苪bbᡭ뿷ൿ苊
Gambar 2.7. Modul MI Pro diakses dari Shortcut Menu.
- Melalui keyboard tekan tombol 'Ctrl + L' (tombol Ctrl dan huruf L secara bersama-sama).
- Cara pemberian perintah dapat pula dilakukan secara dengan mengetikkan perintahnya pada MapBasic Window. Cara mengaktifkanny adalah klik menu Options, Show MapBasic Window. MapBasic window akan tampil seperti gambar di bawah ini.

뿷苪bbᡭ뿷ൿ苊

Gambar 2.8. Pada contoh di atas ditampilkan dua baris perintah untuk menampilkan peta Indonesia.

Selasa, 25 September 2018

Menjalankan MapInfo Professional

Untuk menjalankan MI Pro, berturut-turut pilih Start - Programs - MapInfo - MapInfo Professional 7.0, seperti pada gambar berikut.
Menu pembuka
Gambar 2.1. Cara menjalankan MI Pro.
Bila berhasil dijalankan, tampilan MI Pro saat pertama kali diaktifkan adalah sebagai berikut.

Gambar 2.2. Tampilan MI Pro saat pertama kali dijalankan.
Penjelasan masing-masing komponen dari tampilan MI Pro di atas adalah sebagai berikut :
1. Baris judul dibagian kiri terdapat tulisan MapInfo Profesional, dan dibagian kanan berisikan tombol minimize, restore/maximize, dan close. Minimize berfungsi untuk menonaktifkan sementara MI Pro dan ditempatkan pada taskbar Microsoft Windows. Restore/maximize digunakan untuk mengubah ukuran window MI Pro, dan Close untuk menutup MI Pro.
2. Baris menu berisikan menu full down yang dapat digunakan sebagai interface antara pemakai dan MI Pro. Semua kegiatan MI Pro seperti input data, menampilkan data, analisis dll. dapat dilakukan melalui menu. Jumlah dan macam menu yang tampil pada setiap kegiatan berbeda-beda tergantung dari jenis kegiatan yang sedang dilakukan. Misalnya pada saat window peta muncul dilayar, maka menu Map yang tampil. Bila window browser yang aktif, menu Map akan digantikan dengan menu Browse.
3. Toolbar merupakan ringkasan menu. Satu item toolbar mewakili satu kegiatan (satu modul) MI Pro. Pada saat MI Pro pertama kali diaktifkan, toolbar diletakkan di bagian kanan layar dengan posisi mengambang (floating). Namun kadang kala letak toolbar pada posisi ini dapat mengganggu tampilan data. Untuk itu, kita dapat memindahkan poisisi toolbar tersebut di bawah baris menu dengan cara memilih menu Options, kemudian dilanjutkan dengan mengklik submenu Toolbars, kotak dialog berikut akan muncul :

Gambar 2.3. Kotak dialog Toolbar Option.
Hilangkan semua tanda cek di bawah Floating dengan mengklik pada kotak cek, kemudian aktifkan kotak cek Save as Default agar pengaturan ini tetap digunakan bilamana kita membuka program MI Pro berikutnya. Pilih OK untuk menggunakan pengaturan setting toolbar yang telah dibuat dan keluar dari kota dialog ini. Tampilan MI Pro sekarang akan nampak seperti pada potongan gambar di bawah ini.
뿷苪bbᡭ뿷ൿ苊
Gambar 2.4. Toolbar yang tersedia pada MI Pro.
MI Pro menyediakan 5 kelompok toolbar diantaranya standard toolbar, main toolbar, drawing toolbar, Tools toolbar, dan DBMS toolbar.
4. Dialog pembuka meminta inputan kepada kita, data mana yang akan diaktifkan dan ditampilkan dilayar. Kotak dialog ini selalu muncul saat MI Pro dijalankan. Bila anda tidak menginginkan kotak dialog tersebut selalu diaktifkan saat MI Pro dibuka, maka pilihkan menu OptionsPreferences, kotak dialog preferences akan tampil, pilih Startup, hilangkan tanda cek pada Dispay Quick Start Dialog, lalu klik OK.
 
a b
Gambar 2.5. Kotak dialog (a) Prefrences dan (b) Startup Preference.
5. Baris status menampilkan informasi yang relevan dengan kegiatan yang sedang dilakukan. Baris status dapat dinonaktifkan melalui menu OptionsHide Status Bar.

Cara Membuat Grid Geografis dan UTM pada Peta

Cara Membuat Grid pada Peta

Jika teman-teman telah membaca Cara Membuat Grid pada Peta berarti teman-teman telah mengetahui proses awalnya dan artikel sekarang adalah lanjutan dari Cara Membuat Grid pada Peta tersebut.

Setelah teman-teman masuk pada Layers - Properti - Grid - New Grid dan sampai pada tampilan grid and graticules wizard (perhatikan gambar dibawah ini)

data:image/png;base64,R0lGODlhAQABAAD/

nah, pada tampilan gambar tersebut terdapat pilihan jika teman-teman memilih graticule maka tampilan angka gridnya adalah koordinat geografis dan jika teman-teman memilih measure grid maka tampilan angka koordinatnya adalah koordinat UTM. Baik, sekarang menggunakan graticule sebagai contoh kali ini.

Untuk membuat Grid UTM maka teman-teman harus memilih measure grid maka tampilanya akan seperti ini ( perhatikan gambar dibawah)

data:image/png;base64,R0lGODlhAQABAAD/

dan jika teman-teman berencana akan membuat grid geografis maka teman-teman harus memilih graticule maka tampilanya akan seperti ini ( perhatikan gambar dibawah)

data:image/png;base64,R0lGODlhAQABAAD/


Cara Membuat Grid pada Peta

cara membuat Grid pada peta dan perangkat lunak atau Softwear yang saya gunakan adalah ArcGIS versi 10.1, biasanya Grid ini dibuat pada layout peta, dimana grid itu sendiri adalah garis atau titik yang mengubungkan dua koordinat yang sama pada kiri dan kanan atau Bujur Timur (BT) dan pada bagian atas dan bawah peta atau Lintang Utara (LU) baik itu koordinat geografis ataupun koordinat UTM (Universal Transverse Mercator). Namun, ada juga yang kadang tidak menggunakan garis atau titik. Pada dasarnya model Grid tergantung pada operator GIS atau orang yang membuat peta, kadang mereka menggunakan grid bentuk garis dan kadang juga mereka menggunakan grid bentuk titik dan ada juga yang tidak menggunakan garis atau titik dan hanya membiarkan kosong (tanpa bentuk garis atau titik).

Perhatikan Contoh Gambar di Grid di bawah ini :

data:image/png;base64,R0lGODlhAQABAAD/
grid peta
Nah, diatas adalah contoh gambar yang teman-teman bisa lihat, berikut kita akan melangkah pada cara membuat Grid pada layout peta :

grid peta

Pada proses pembuatan ini berarti peta yang teman-teman buat pada biasanya sudah siap untuk dicetak karena biasanya setelah semua data dimasukan dan diolah barulah proses pembuatan grid ini dilakukan.

1. Langakah pertama

Klik kanan pada layers dan pilih properti ( peratikan gambar dibawah ini)
grid peta
2. Langkah kedua

Pada tampilan properti pilih grid kemudian pilih new grid (perhatikan gambar dibawah)

grid peta

3. Langkah ketiga

Akan muncul tampilan grid and graticules wizard (perhatikan gambar dibawah ini) 
grid peta

nah, pada tampilan gambar diatas terdapat pilihan, jika teman-teman memilih graticule maka tampilan angka gridnya adalah angka koordinat geografis dan jika teman-teman memilih measure grid maka tampilan angka koordinatnya adalah koordinat UTM. Baik, sekarang kita menggunakan graticule sebagai contoh kali ini.

Baca Juga : Cara Membuat Grid Geografis dan UTM pada Peta 

4. Langkah

Setelah memilih garicule, silahkan teman-teman melanjutkan dengan memilih next dan next saja seterusnya sampai finish (perhatikan gambar dibawah)

grid peta


Cara Instalasi ArcGIS 10.1

Untuk Softwear ArcGIS 10.1 SP 1 sendiri saya hanya memperolehnya dari teman yang kemudian saya berpikir mungkin penting untuk saling berbagi pengetahuan bagi siapa saja yang membutuhkan. Anda sendiri juga bisa memperolehnya dari teman anda atau bisa langsung mendownloadnya di www.esri.com atau bisa juga langsung membelinya pada distributor ESRI di Indonesia.

Baik, Langsung saja kita lihat proses cara instalasi ArcGIS 10.1 SP 1 sampai selesai :

1. Buka file ArcGIS 10.1
data:image/png;base64,R0lGODlhAQABAAD/

2. Pilih setup pada tab ArcGIS for Desktop
data:image/png;base64,R0lGODlhAQABAAD/

3. Klik next>> sampai selesai hingga akan muncul windows seperti pada gambar di bawah ini

data:image/png;base64,R0lGODlhAQABAAD/

4. Tunggu proses instalasi selesai kemudian akan muncul windows seperti ini lalu check yang point yang di beri tanda merah ( 1. Advanced (ArcInfo) concurrent Use dan 2. Define License later from the ArcGIS administrator). Lalu klik oke dan windows akan tertutup.
instal arcgis

5. Selanjutnya kita masuk ke dalam tahap crack yaitu dengan cara meninstall License Manager (Pre-Release Version) yang ada di dalam folder ArcGIS 10.1 klick icon setup lalu next>>finish
instal arcgis

6. Setelah selasi menginstall License Manager kemudian copy file service.txt yang ada di dalam crack ArcGIS 10.1 ke C:\Program Files (x86)\ArcGIS\License10.1\bin\service.txt. berikut ini isi dari file service.txt
instal arcgis
7. Langkah selanjutnya buka License Server Administrator dengan cara klik All Program >> ArcGIS >> License Manager >> License Server Administrator sehingga akan muncul tampilan seperti ini:
instal arcgis
Jika License Server Status : RUNNING artinya License kita sudah berhasil, kemudian untuk memastikannya klik Re-read Licenses lalu klik OK

8. Oke license sudah berhasil selanjutnya kita masuk ke AcGIS Administrator dengan cara klik All Program >> ArcGIS >> ArcGIS Administrator >> Desktop maka akan tampil jendela seperti gambar di bawah:
instal arcgis

Kemudian CheckAdvanceed (ArcInfo) Concurrent Use dan klik Change lalu ganti Not_Set dengan “localhost” (tanpa tanda petik) lalu klik OK

Mengenal Fitur- Fitur Utama ArcGIS 10.1

Sebelum belajar atau menjalankan ArcGis 10.1 menurut saya alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang fitur-fitur umum yang terdapat pada ArcGIS 10.1 dan jika nantinya anda sudah sering menggunakan ArcGis 10.1 maka pasti dengan sendirinya anda akan lebih banyak mengetahui fitur-fitur secara spesifik yang terdapat pada ArcGis 10.1

Untuk lebih jelasnya tentang fitur-fitur umum yang akan saya share kali ini silahkan lihat pada gambar 1 dibawah ini :

data:image/png;base64,R0lGODlhAQABAAD/

Berikut penjelasan tentang angka-angkat yang terdapat pada gambar 1 di atas :

1. Menu Bar

Perhatikan Menu Bar yang terdapat pada gambar di atas yaitu mulai dari File, Edit, View, Bookmarks, Insert, Geoprocessing, Customize, Windows dan Help.

Semua bagian pada Menu Bar tersebut memiliki fungsi masing-masing yang nantinya sering waktu berjalan jika anda sering menggunakan ArcGIS 10.1 maka anda akan semakin mengetahui lebih jauh tentang fungsi-fungsinya.

2. Tool Bar

Tool Bar terdapat semua tool-tool yang akan dijalankan pada saat melakukan pekerjaan atau pengambaran peta, mulai dari mengimput data mengolah data sampai pada layout dan mencetak peta.

3. Table Of Content

Table Of Content atau sering juga disebut Layers, pada Layers tersebut berfungsi untuk menampilkan semua data yang kita imput, semua data yang terimput akan muncul di layers sehingga kita dapat mengetahui data-data apa saja yang terdapat pada Map View (5). Misalnya anda memperoleh file dalam bentuk mxd (Format File ArcGIS) jika anda membuka file tersebut maka anda dapat langsung mengetahui data-data apa saja yang terdapat pada Map Viem dengan melihat pada Table Of Content atau Layers.

4. Status View

Pada status View anda dapat mengeser Map View baik ke kanan, ke kiri, ke atas dan ke bawah, ini berfungsi jika anda mencari lokasi atau titik yang baru saja anda imput. Sebenarnya untuk mengeser Map View dapat juga digunakan dengan tool yang ada pada Tool Bar namun kali ini membahas tentang fitur utama maka terfokus saja pada hal-hal yang umum, seperti yang saya katakan sebelumnya, jika anda sudah sering mengunakan ArcGIS terserah versi berapa saja maka dengan sendirinya anda akan mengetahui manfaat-manfaat khusus dari Tool-tool yang ada.

5. Map View

Map View sudah sempat disinggung pada penjelasan Status View di atas, Map View berfungsi untuk menampilkan peta dan data-data yang diimput dan Map View sebagai tampilan yang dapat dilihat langsung dalam proses pengolahan data. Jika pada Table Of Content anda nantiya hanya melihat nama data namun pada Map View anda dapat melihat bentuk data seutuhnya baik itu data Vektor atau data Raster.

Pengantar ArcGIS

ArcGIS merupakan salah satu perangkat lunak (Softwear) Sistem Informasi Geografi (SIG) yang dikembangkan oleh Enviromental System Research Institute (ESRI), perlu diketahui dalam penggunaan kata GIS atau SIG pada dasarnya sama hanya yang digaris bawahi adalah SIG (Sistem Informasi Geografi) bahasa Indonesia sedangkan Geographic Information System (GIS) adalah bahasa Inggris jadi terserah pada anda mau mengunakan kata SIG atau GIS. ArcGIS sendiri merupakan pengembangan dari ArcView dan ArcInfo yang pertama kali dirilis pada tahun 1999. Perangkat lunak ini (ArcGIS) memiliki antar muka yang menarik dan semudah ArcView dan berkemampuan seandal ArcInfo.

Sampai saat ini (2016) ESRI sudah mengeluarkan tiga versi ArcGIS yaitu ArcGIS versi 8, versi 9 dan versi 10. ArcGIS versi 8 dirilis pada periode 1999-2002 yang terdiri atas ArcGIS versi 8.0, versi 8.2 dan versi 8.3 dan ArcGIS versi 9 dirilis pada pada 2004-2009 yang terdiri dari versi 9.0, versi 9.2, versi 9.3 dan versi 9.3.1 sedangkan ArcGIS 10 dirilis pertama kali pada bulan September 2010.

Sistem Informasi Geografis (SIG) / Geographic Information System (GIS) juga merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk memproses data spasial yang ber-georeferensi (berupa detail, fakta, kondisi, dsb) yang disimpan dalam suatu basis data dan berhubungan dengan persoalan serta keadaan dunia nyata (real world). Manfaat SIG secara umum memberikan informasi yang mendekati kondisi dunia nyata, memprediksi suatu hasil dan perencanaan strategis. Secara umum SIG bekerja berdasarkan integrasi 5 Komponen yaitu: Hardware, software, data, manusia dan metode.

1. Hardware
SIG membutuhkan hardware atau perangkat komputer yang memiliki spesifikasi lebih tinggi dibandingkan dengan sistem informasi lainnya untuk menjalankan software-software SIG, seperti kapasitas Memory (RAM), Hard-disk, Prosesor serta VGA Card. ArcGIS membutuhkan prosesor komputer/laptop sekurang-kurangnya 2,2 GHz atau lebih tinggi maka akan lebih baik direkomendasikan menggunakan prosesor multi-core (dual core, core 2 duo, core i3, core i5 dan core i7). Hal tersebut disebabkan karena data-data yang digunakan dalam SIG baik data vektor maupun data raster penyimpanannya membutuhkan ruang yang besar dan dalam prosesanalisanya membutuhkan memory yang besar dan prosesor yang cepat.

2. Software

Sebuah software SIG haruslah menyediakan fungsi dan tool yang mampu melakukan penyimpanan data, analisis dan menampilkan informasi geografis. Dengan demikian elemen yang harus terdapat dalam komponen software SIG adalah: Tools untuk melakukan input dan transformasi data geografis Sistem manajemen basis data Tool yang mendukung query geografis, analisis dan visualisasi Graphical User Interface (GUI) untuk memudahkan akses pada tool geografi.™

3. Data

Hal yang merupakan komponen penting dalam SIG adalah data. Secara mendasar SIG bekerja dengan dua tipe model data geografis yaitu model data vektor dan model data raster. Contoh data Vektor yaitu titik, garis dan polygon sedangan data Raster yaitu Gambar atau data hasil Scanning

4. Manusia

Teknologi SIG tidaklah menjadi bermanfaat tanpa manusia yang mengelola sistem dan membangun perencanaan yang dapat diaplikasikan sesuai kondisi dunia nyata. Sama seperti pada Sistem Informasi lain pemakai SIG pun memiliki tingkatan tertentu , dari tingkat spesialis teknis yang mendesain dan memelihara sistem sampai pada pengguna yang menggunakan SIG untuk menolong pekerjaan mereka sehari-hari

Manusia disini yaitu orang atau operator yang menggunakan GIS itu sendiri termasuk anda yang sedang membaca tulisan ini, bisa jadi juga anda akan menjadi operator sebab sebutan operator biasanya lebih khusus pada dunia pekerjaan baik di swasta maupun pemerintahan.

5. Metode

SIG yang baik memiliki keserasian antara rencana desain yang baik dan aturan dunia nyata, dimana metode, model dan implementasi akan berbeda-beda untuk setiap permasalahan.

Berdasarkan pengalaman admin biasanya banyak metode atau cara dalam menggunakan ArcGIS tergantung kebiasaan dalam bekerja, kadang yang sering admin temui adalah metode yang berbeda pada dua orang namun mendapatkan tujuan atau hasil yang sama.

Mengubah Model Tampilan Layer

Untuk mengubah model tampilan layer seperti warna,  patern , model garis atau macam simbul, ikuti urutan kerja berikut. 1.      Dari daft...