Minggu, 30 September 2018

Menyimpan Data Eksternal ke Format MapInfo

Seperti telah disampaikan sebelumnya bahwa menampilkan data yang bersumber dari aplikasi lain pada layar Browser tidak berarti langsung menkonversi seluruh data eksternal tersebut ke dalam format MI Pro. MI Pro hanya membuat file kecil (*.tab) yang menyimpan informasi tentang struktur data eksternal tersebut.
Dalam beberapa hal, file yang masih tersimpan dalam format selain MI Pro tidak dengan leluasa dapat digunakan dalam analisis data seperti layaknya file MI Pro. Oleh sebab itu, bila data eksternal akan digunakan dalam editing dan analisis data, sebaiknya data tersebut disimpan dalam format MI Pro. Untuk menyimpan ke format MI Pro, aktifkan data ekternal dalam window browser. Dari menu File pilih Save Copy As, kotak dialog berikut akan muncul.


Gambar 4.29. Kotak dialog Save Copy of Table As.

Gunakan nama file lain selain nama aslinya pada File name, karena file tersebut sedang aktif. Bila anda memaksa menggunakan nama file aslinya, akan muncul pesan seperti di bawah ini.


Gambar 4.30. Pesan yang muncul saat menyimpan dengan nama file yang sedang aktif.
Yakinkan pula bahwa pada daftar pilihan File of type dipilih MapInfo (*.tab). Klik Saveuntuk menyimpan dan keluar dari kotak dialog tersebut.

Sumber Data dari Shapefile ESRI

ESRI Shapefile adalah file data dari program ArcView GIS. Mulai versi 7.0 MI Pro dapat membuka file ESRI Shapefile langsung dari kotak dialog open. Pada latihan ini, kita akan menggunakan file Bangli.shp yang tersimpan pada folder 'MapInfo\Data\ArcView'. Seperti biasa, klik menu File - Open untuk membuka file, pada kotak pilihan File of type pilih ESRI Shapefile (*.shp), kemudian pilih file Bangli seperti pada kotak dialog berikut.


Gambar 4.25. Kotak dialog Open data ESRI Shapefile.

Klik Open. Bila muncul kotak dialog penyimpanan, biarkan nama 'Bangli' sebagai nama file tabelnya, kemudian pilih Save. Kodak dialog Save Information akan muncul sebagi berikut.


Gambar 4.26. Kotak dialog Shapefile Information.

Pada daftar File Character Set, gunakan nilai defaultnya. Yang perlu mendapat perhatian adalah pada Projection. Bila anda salah menentukan projection, data grafis (peta) tidak dapat ditampilkan. Pada contoh di atas, file 'Bangli.shp' dibuat dengan proyeksi UTM (Universal Tranverse Mecator). Klik Projection untuk menampilkan daftar proyeksi peta yang disediakan, kemudian pilih Universal Tranverse Mecator (WGS 84) pada kotak pilihan Category. Pada daftar pilihan Category Members pilih UTM Zone 50 Southern Hemisphere (WGS 84) karena daerah yang dipakai contoh terletak pada zone 50 lintang selatan. Perhatikan gambar di bawah ini.


Gambar 4.27. Kotak dialog Choose Projection.

Pilih OK untuk menutup kotak dialog Choose Projection. Kembali ke kotak dialog Shape Information, anda dapat mengklik Style untuk menentukan warna dasar peta dan warna garis peta. Atau tidak perlu diatur dan tetap membiarkan berwarna putih. Di bawah Projection, ada kotak cek Save Object Cache. Bila diaktifkan (enable), file-file yang dibuat saat membuka shapefile akan disimpan di hardisk saat data shapefile ditutup. Tetapi kalau tidak diaktifkan, file MI Pro yang telah dibuat akan dihapus setelah shapefile di tutup.
Klik OK untuk melihat hasilnya. Tampilan data grafis dan data tabular seperti pada gambar berikut.

a b
Gambar 4.28. Tampilan data ESRI Shapefile (a) data grafis dan (b) data tabular.

Tidak halnya seperti data yang berasal dari dBASE, Microsoft Excel atau Microsoft Access yang hanya mengandung informasi tabular, data shapefile terdiri dari data grafis dan tabular.
Bila anda mempunyai file grafis yang dibuat di AutoCAD, anda dapat mengambilnya melalui import file. Dari menu Table pilihlah Import.

Sumber Data dari Microsoft Access

Untuk membuka file yang berasal dari Microsoft Access, seperti biasa pilih menu File- Open, pada daftar pilihan File of type pilih Microsoft Access Database mdb). Kita akan menggunakan file 'Customer.mdb' yang disimpan pada folder 'MapInfo\Data\Access' untuk latihan. Kotak dialog Open File akan muncul seperti pada gambar berikut.


Gambar 4.21. Kotak dialog Open data Access.

Klik Open, akan ditampilkan kotak dialog Open Access Table yang berisikan daftar tabel yang ada pada file Customer tersebut. Pilihlah salah satu tabel yang ada pada file customer.mdb. Pada contoh ini, kita akan menggunakan tabel pelanggan.


Gambar 4.22. Kotak dialog Open Access Table.

Klik OK untuk menampilkan data dalam window browser. Tampilan data pelanggan akan nampak seperti pada gambar di bawah ini.


Gambar 4.23. Tampilan data Access pada Browser.

Pada setiap tampilan browser, MI Pro selalu menampilkan jumlah data pada tabel tersbut pada baris status. Pada contoh ini, ada 2922 record data.
Gambar 4.24. Tampilan record pada baris status.
Data-data yang ditampilkan dari file dBASE, Microsoft Excel, dan Microsoft Access adalah data tabular tanpa mengandung informasi grafis (non mappable). Namun data itu penting untuk melengkapi data grafis yang telah ada maupun yang akan dibuat. Pada bab Regestrasi Data kita akan membahas bagaimana cara menghubungkan data tabular dengan data grafis.

Sumber Data dari Microsoft Excel

Membuka file Microsoft Excel di MI Pro sama dengan membuka file dBASE, hanya saja pada File of type dipilih Microsoft Excel (*.xls). Pada contoh di bawah ini nama file Microsoft Excel adalah 'Perikanan.xls' disimpan pada folder 'MapInfo\Data\Excel'. Kotak dialog Open File akan nampak seperti pada gambar berikut.


Gambar 4.17. Kotak dialog Open data Excel.

Pilih data yang akan dibuka, kemudian klik Open. Kotak dialog Excel Information akan ditampilkan sebagai berikut.

 
a b
Gambar 4.18. Kotak dialog (a) Excel Information dan (b) pilihan Name Range

Workbook Microsoft Excel biasanya terdiri dari beberapa worksheet. MI Pro hanya bisa menggunakan satu worksheet dalam satu tampilan tabel, sehingga pada Name Range, kita perlu menentukan worksheet mana yang akan ditampilkan. Pada contoh di atas ada tiga worksheet yaitu Sarana, Komoditas, dan Produksi. Bila anda memilih salah satu workseet tersebut, maka seluruh data pada worksheet tersebut akan digunakan. Apabila kita hanya menginginkan Range tertentu saja (tidak semua worksheet), kita dapat memilih Other dan tentukan range yang dimaksud.
Pada contoh ini, kita akan menggunakan worksheet Sarana untuk latihan. Bila kita menentukan pilihan pada worksheet Sarana, maka isi sel dari worksheet tersebut akan ditampilkan pada Current Value, yaitu set A1 sampai D39. Kotak pilihan Use Row Above Selected Range for Column Titles berfungsi untuk memberitahu MI Pro apakah baris di atas range yang dipilih adalah judul kolom/nama field. Jika benar, isikan tanda rumput dengan mengklik kotak tersebut.
Pada contoh file 'Perikanan.xls' tersebut Judul kolom terletak pada range A1:D1, sedangkan data A2:D39. Untuk itu agar data Microsoft Excel dapat diterjemahkan dengan benar oleh MI Pro, maka pilihlah Other, kemudian isikan range data 'Sarana!A2:D39 seperti pada gambar di bawah ini. Kemudian pilih OK.


Gambar 4.19. Kotak Other Range.

Isikan tanda cek pada kotak cek Use Row Above Selected Range for Column Titlesagar baris diatas A2:D39 dijadikan judul kolom. Lalu pilih OK untuk melihat tampilan data. Data Microsoft Excel akan ditampilkan pada window browser seperti berikut ini.


Gambar 4.20. Tampilan data Excel pada Browser.

Tutuplah semua tabel dengan perintah File - Close All sebelum melanjutkan ke sesi berikunya.

Sumber Data dari dBase

Untuk membuka file yang bersumber dari dBase, klik menu File - Open. Bila kotak dialog Open File muncul, pilih dBASE DBF (*.dbf) pada File of type. Kemudian tentukan letak/folder file dBASE tersebut disimpan dengan menavigasi kotak pilihan Look in. Pada contoh ini data tersebut disimpan di folder 'Mapinfo\data\dbf'. Bila anda telah berhasil, tampilan kotak dialog akan seperti pada gambar di bawah ini.

 

a b
Gambar 4.13. Kotak dialog (a) Open data dBASE dan (b) dBASE DBF Information.

Pilih file penjualan, lalu klik Open. Kotak dialog dBASE DBF Information akan muncul. Anda disuruh untuk menentukan File Character Set. Gunakan pilihan default [Windows US & W. Europe ("ANSI")], Klik OK. Data dBASE akan ditampilkan pada Window Browser seperti pada gambar di bawah ini.


Gambar 4.14. Tampilan data dBASE pada Browser.

Pada saat file dBASE dibuka, MI Pro membuat satu file berekstensi tab dengan nama sesuai dengan nama file dBASE-nya, dalam contoh ini diberi nama 'Penjualan.tab'. File tersebut adalah file teks yang berisikan informasi tentang struktur file dBASE yang dibuka. Bila file 'Penjualan.tab' dilihat isinya dengan text editor akan tampil seperti pada gambar di bawah ini.


Gambar 4.15. Tampilan teks file penjualan.tab dalam bahasa map basic.

Bila file dBASE sudah pernah dibuka pada MI Pro sehingga file tabel sudah dibuatkan, maka untuk selanjutnya bila kita ingin membuka file tersebut lagi, kita tidak perlu membuka file dbf-nya melainkan cukup dibuka file table-nya (*.tab). Justru jika anda membuka file dbf yang sudah pernah dibuka sebelumnya, maka muncul pesan berikut.


Gambar 4.16. Konformasi yang muncul saat file dBASE dibuka 2 kali.

Pesan tersebut berarti file ekternal (dbf) tersebut sudah pernah dibuka, sehingga file table-nya sudah pernah dibuat, apakah file tabel akan ditumpuk. Bila anda memilih OK, file tabel baru dengan nama 'Penjualan.tab' akan dibuat lagi, dan data akan ditampilkan. Sedangkan bila anda memilih Cancel, file tidak jadi dibuka. Untuk menghindari pesan ini muncul, bukalah file table-nya bila file eksternal telah pernah dibuka sebelumnya.
Perlu di catat bahwa proses dan cara kerja MI Pro dalam menampilkan file eksternal yang lain (selain dbf) sama dengan di atas.

Menampilkan Data dari Sumber Lain

Pada contoh di atas, kita telah belajar membuka dan menampilkan data. Namun data tersebut merupakan data internal MI Pro (*.Tab). Pada sesi ini kita akan belajar menampilkan data yang bersumber dari aplikasi lain. Kita akan mencoba 3 sumber data, yaitu dBase (*.dbf), Microsoft Excel (*.xls), dan Microsoft Access (.mdb).
Tutuplah semua tabel yang terbuka sebelum mencoba latihan ini. Pilih menu File -Close All. Bila anda sempat mengadakan perubahan terhadap data yang dibuka, maka akan muncul pesan seperti di bawah ini.


Gambar 4.12. Pesan yang muncul bila perubahan pada tabel belum disimpan.

- Save artinya menyimpan tabel yang dikonfirmasi (dalam contoh di atas Current table: Bali).
- Save All, menyimpan seluruh perubahan pada semua tabel yang berbuka.
- Discard, tidak menyimpan tabel yang dikonformasi.
- Discard All, tidak menyimpan semua perubahan yang dibuat pada semua tabel yang dibuka.
- Cancel, membatalkan perintah penutupan tabel.
- Help, Informasi tentang penutupan tabel.
Karena pada latihan di atas perubahan data yang sempat dibuat tidak perlu disimpan, maka pilih Discard All. Bila pesan di atas tidak muncul berarti anda tidak pernah mengadakan perubahan dari tabel yang dibuka.

Jumat, 28 September 2018

Menyimpan Workspace

Bila tabel ditutup dengan menu File - Close Table atau File - Close All, maka MI Pro tidak akan menyimpan layout tampilan data sehingga bila kita membuka data tersebut berikutnya, kita harus mengatur ulang model tampilan tersebut. Untuk itu kita perlu menyimpan model tampilan data dengan menyimpan workspace (wor). Penyimpanan Workspace dapat dilakukan dengan memilih menu File - Save Workspace. Kotak dialog Save Workspace akan muncul. Isilah nama file pada kotaFile name. Pada contoh ini diisi dengan nama 'Tampilan Data'. Klik Save untuk menutup kotak dialog dan menyimpan workspace.


Gambar 4.10. Kotak dialog Save Workspace.

Bila dilakukan penyimpanan Workspace, MI Pro akan mencatat tabel yang terbuka, model dan posisi tampilan, system koordinat, dll. Bila file Workspace dibuka dengan perintah File - Open, maka tabel secara automatis akan dibuka dan model tampilan akan disesuaikan dengan kondisi pada saat penyimpanan. Perlu diingat bahwa pada saat membuka file workspace, pilihlah Workspace (*.wor) pada kotak pilihan File of type agar file-file workspace ditampilkan pada daftar file.
File Workspace (*.wor) sebenarnya adalah teks file yang berisikan kumpulan perintah Map Basic. Map Basic adalah bahasa pemrograman internal MI Pro. Bila anda ingin melihat isi file tersebut, anda dapat membuka pada sembarang program teks editor atau word processing. Pada gambar berikut ini ditampilkan isi file 'Tampian Data.wor' yang dibuka dengan Notepad.
Perlu dicatat bahwa tampilan grafik (graph) disimpan pada Workspace tersendiri. Lihat Bab Membuat Grafik untuk penjelasan lebih rinci.


Gambar 4.11. Tampilan teks file workspace dalam bahasa map basic.

Mengubah Model Tampilan Layer

Untuk mengubah model tampilan layer seperti warna,  patern , model garis atau macam simbul, ikuti urutan kerja berikut. 1.      Dari daft...